PRESENTASI Tugas Akhir dengan keahlian komputer cekak

27 01 2010

Prakata

Beberapa teman pernah berbicara kepada saya bahwa marketing adalah perkara yang sulit. Jika ditelusuri, memang demikian adanya. Saat ini dengan sistem yang ada, ekonomi telah berada di jalur yang ketat. Maksudnya adalah bahwa persaingan menjadi sangat tinggi sehingga sebuah peluang menjadi primadona yang cantik dan sulit didapat. Sayangnya, kadangkala hal ini lewat begitu saja karena ada sebuah elemen yang tidak kita miliki. Yaitu kemampuan untuk presentasi.

Saya akan membahas bahwa kemampuan untuk melakukan presentasi adalah ilmu. Walaupun bakat yang baik dalam berbicara serta penampilan yang meyakinkan juga penting, tetapi pada dasarnya setiap orang dapat melakukan presentasi. Bukankah kita telah sering melakukannya tanpa disadari? Bercerita banyak tentang hobi, mempengaruhi orang lain dengan marketing level, membahas calon bupati atau gubernur, membahas sebuah produk motor yang bagus, dan sebagainya.

Dimana letak aplikasi komputer?

Saat ini labtob eh laptop telah menjadi barang standar. Bila tidak punya bisa pinjam, karena banyak yang rekan punya. Jadi presentasi dengan menenteng gambar, portofolio, dan berkas-berkas, menjadi hal yang merepotkan. Tetapi tetap perlu digaris-bawahi bahwa hal itu kadangkala harus dilakukan. Kembali ke laptop…, aplikasi atau software untuk presentasi menjadi populer. Bahkan aplikasi ini sudah bukan eksklusif milik teman-teman desain grafis, atau jurusan komunikasi lagi.

Umumnya semakin hebat software, semakin bagus materi presentasi yang dapat ditampilkan. Tetapi apakah demikian? Mari kita telusuri kembali sejumlah aplikasi yang mudah guna seperti PowerPoint, Flash, Director, dan Keynote (bagi pengguna Macintosh).

Sejumlah besar software tersebut mendefinisikan pola-tutur atau runutan presentasi secara berbeda. PowerPoint adalah aplikasi umum yang cukup banyak memberi fitur bagi orang awam. Bahkan beberapa rekan desain agak alergi dengan aplikasi ini karena diasumsikan kurang profesional. Tetapi sebenarnya aplikasi ini dapat digunakan untuk membangun presentasi yang bagus dan keren bagi siapapun. Oh ya, deskripsi dari Keynote mirip dengan PowerPoint, jadi tidak perlu dibahas secara mendalam dan berbeda.

Flash adalah aplikasi yang memiliki struktur yang berbeda. Dalam konsep dan metodologi (dapat ditemukan di Help) aplikasi ini memiliki kekuatan pada vector animation, scene flow, dan interaction. Jelas dari istilahnya, animasi gambar vektor dan kemampuan interaksinya menjadi unggulan. Hal ini memberikan fungsi yang lebih luas dalam ber-presentasi.

Kemudian Director juga memiliki kekuatan yang berimbang. Kehebatan aplikasi ini terletak pada penggabungan antara media interaksi, presentasi, dan animasi. Keunggulannya didukung dalam menampilkan fitur 3D. Saat ini Director versi 11 bahkan telah mampu menerapkan Physic. Yaitu kondisi dunia nyata dalam tampilan 3D seperti kain yang jatuh, gravitasi, ledakan, dan beragam efek lainnya.

Dalam buku Alternatif Ilmu ini, komposisi pembahasan aplikasi tidak dijalankan dalam taraf yang intensif. Pembobotan aplikasi sekitar 40% berupa tutorial umum. Maka dari itu, buku ini diperuntukkan sebagai referensi bagi siapapun bahkan para praktisi yang telah ahli dalam mengelola sebuah presentasi dengan aplikasi komputer. Tentu saja diharapkan buku ini mampu membantu rekan-rekan dalam meningkatkan kualitas serta potensi diri dengan kemampuan presentasi. Untuk itu, referensi ini disertai dengan sejumlah kasus nyata.

Nah, mana yang kita butuhkan? Mari kita telusuri berdasarkan materi yang akan kita presentasikan.

Fungsi Presentasi

Katanya, “air ber-riak tanda tak dalam”. Dan katanya “tong kosong nyaring bunyinya”. Lucunya anggapan ini sangat melekat dalam diri kita dan ditanamkan oleh guru-guru sejak SD. Maka dari itu, sebagian besar dari kita sering grogi saat harus berbicara panjang lebar. Takut dikira air dangkal. Bagaimana bila kita ganti peribahasa ini menjadi “bagaikan air tsunami, riaknya menciutkan nyali”??

Lalu, apa hubungannya dengan presentasi? Jawabannya sederhana. Keberanian untuk mengemukakan pendapat yang relevan menjadi keahlian langka. Cukup banyak rekan yang memiliki keahlian tinggi tetapi tidak dapat mengemukakan sejumlah hal yang penting sehingga apapun yang mereka miliki tidak dapat disampaikan secara optimal bagi orang lain. Tentu saja hal ini berakibat pada kurang dihargainya potensi yang dimiliki. Berarti hambatan bagi penerimaan finansial, pengembangan karir, atau perebutan peluang pasar.

Studi Kasus 1

Sidang Tugas Akhir atau Skripsi merupakan bentuk presentasi awal di dunia nyata yang terkait dengan keberhasilan atau kegagalan kita. Fungsi utama presentasi ini adalah untuk membuat orang lain memberikan nilai yang positif. Rekan-rekan yang masih mahasiswa seringkali menganggap hal ini sebagai momok yang akan membuat keringat dingin sebesar jagung mengalir deras. Apalagi bila diantara kita ada yang belum pernah pitching (istilah keren untuk maju presentasi). Hal itu menjadi tekanan yang berlipat ganda.

Saya kebetulan membuat sebuah materi presentasi tentang kampanye anti perusakan hutan Jawa Barat. Hanya sebuah materi biasa ditengah hiruk-pikuknya permasalahan dan kampanye. Menurut Dosen pembimbing, sejak tahun 80-an materi tugas akhir bagi mahasiswa desain telah melibatkan kampanye. Sehingga hal itu bukan sesuatu yang baru. Dan dikuatirkan akan mendapatkan nilai yang pas-pasan. Tetapi jangan lupa bahwa materi yang baik akan memberikan hasil presentasi yang memadai. Jadi mari kita telusuri kembali apa yang kita miliki.

Data pendukung
Ini bisa berbentuk apa saja. Tabel, grafik, gambar, foto, potongan koran, de el el. Belum lagi dari file lainnya. Ada file peta Map Info atau Arc GIS untuk Geodesi. Ada file hasil dental panoramic dari software Mimic bagi kedokteran gigi, dan masih banyak file lainnya yang sulit didokumentasikan. Padahal file itu menjadi bagian materi penting dalam presentasi. Jangan kuatir, pemecahannya akan kita bahas dalam bab ini.

Intinya adalah… milikilah data dan materi yang bagus serta relevan untuk bahan presentasi.

Tujuan dan konsep
Tidak kalah pentingnya adalah tujuan dan konsep dari presentasi itu sendiri. Presentasi yang baik dituturkan secara fokus walaupun mungkin memiliki materi yang saling terkait. Alangkah bijaksananya bila hal itu disusun sebagai sub presentasi. Bila mahasiswa atau praktisi dalam kondisi seperti ini saat presentasi, materi tersebut dapat menjadi titik lemah yang mudah diserang. Tetapi bila materi itu mampu disusun secara metodis, maka hal ini justru akan berubah menjadi fondasi kekuatan. Caranya? Kita akan membahasnya bersama juga.

Kesimpulannya adalah… konsep yang baik mempermudah pemaparan presentasi

Audiens atau pemirsa
Bagi siapa presentasi ini diberikan? Siapa yang akan menjadi para pemirsa? Kemampuan untuk menganalisa hal ini dibutuhkan. Sederhana saja. Cukup amati mereka. Tidak ada salahnya memiliki data karakter setiap dosen kita (bila mo sidang). Hal itu dapat membantu menentukan cara bertutur dan tampilan presentasi yang akan kita buat. Cukup sulit bila presentasi akan dilaksanakan pada orang lain misalnya tim direksi sebuah perusahaan atau sejenisnya. Untuk hal ini, ngg… pengalamanlah yang bisa membantu. Tetapi semoga studi kasus beragam presentasi yang akan dipaparkan dalam buku ini dapat menjadi gambaran bagi anda sekalian. Bagaimana karakter audiens diluar sana. Tetapi tetap saja the truth is out there – kebenaran ada di luar sana. Kuncinya adalah… BERANI!

Dapat dirangkum bahwa… pemahaman atas audiens dapat membuat kepercayaan diri kita bertambah. Sekaligus menjadi landasan untuk menentukan ritme presentasi.

Solusi Kasus 1

Setelah pemaparan materi dan apa yang kita miliki di atas, mari kembali pada studi kasus awal. bagaimana sebuah kampanye menjadi menarik? Bukankah kampanye kehutanan tersebut telah dilaksanakan oleh WALHI, WWF, FWI, dan DINHUT (itu menurut dosen pembimbing). Kuncinya ada di kualitas data. Akhirnya seorang rekan menganjurkan untuk mengontak ke perusahaan tempatnya magang. Perusahaan itu bergerak di pemetaan. Sehingga memiliki data yang cukup wah untuk ukuran masyarakat umum (apalagi saat itu belum ada Google Earth™).

Bertanya tentang “materi apa yang dapat mendukung tugas akhir?” adalah hal penting. Janganlah berlagak pintar untuk mendapatkan data sendirian karena akan menyulitkan diri kita sendiri. Biarlah rekan kita dari bidang lain yang mencoba memaparkan pendapatnya atas masalah kita. Jangan salah, rekan dari bidang studi lain seringkali memberikan data dan solusi yang justru brilian. Untuk kasus kampanye ini, malah mendapatkan akses foto udara dan citra satelit wilayah hutan dan beberapa titik rawan di Jawa Barat. Dalam resolusi tinggi lagi. (^,^)

Menjaring gambar / capture image
Sayangnya file itu sudah terintegrasi dalam aplikasi GIS (Geographical Information System) atau sistem informasi Geografis. Dan karena aplikasi tersebut dibuat secara custom atau aplikasi mandiri sesuai dengan kebutuhannya saja, maka fasilitas Export File tidak tersedia.

Ingatlah bahwa pengorbanan kita untuk menguasai aplikasi tersebut bukan solusi. Apalagi bila kita mengcopy aplikasi-nya sembarangan. Bisa terkena UU anti Piracy… jadi? Tujuannya adalah data gambar yang bagus itu bisa kita peroleh beserta sumbernya tentu saja. Untuk itu pertimbangkan satu solusi sederhana. Gunakan software capture untuk menjaring gambar itu. Bila tidak ada, jangan kuatir! Masih ada tombol Print Screen di keyboard kita. Hal ini bukan sebuah metode sulit.

Langkahnya sederhana.

  1. Buka aplikasi apapun yang kita butuhkan. Kemudian buka aplikasi capture. Ada beragam aplikasi. Mulai dari Corel Capture, SnagIt, bahkan tombol Print Screen juga bisa.
  2. Siapkan aplikasi image editor semacam Photoshop versi berapapun. Untuk yang gratis atau pengguna Linux ada the Gimp. Bila tidak ada, menggunakan Paint dari Start > Program > Accessories > Paint juga bisa. Karena aplikasi ini sudah ada dalam instalasi Windows mulai dari versi 3.1.1, 95, 98, 2000, XP, dan Vista.
  3. Capture gambar yang dikehendaki berdasarkan prosedur aplikasi yang digunakan atau (biasanya) tekan tombol Print Screen yang ada pada keyboard.
  4. Pindahlah ke aplikasi image editor. Kemudian ambil gambar yang kita jaring dengan klik pada menu Edit > Paste. Ini ada dalam seluruh aplikasi.
  5. Setelah itu edit gambar dengan tool crop atau marquee yang selalu ada dalam aplikasi image editor. Bahkan dalam MS Word XP atau Open Office 2.2 (yang gratis) juga ada fasilitas crop image. Catatan : Crop adalah fungsi untuk membuang bagian gambar yang tidak dikehendaki.
  6. Setelah dirasa gambar sesuai dengan yang dikehendaki, simpan atau Save file tersebut dalam format bitmap (format penyimpanan file foto) seperti BMP, TIF, JPG, PNG.

Sekarang, kita telah memiliki sejumlah gambar berkualitas untuk bahan presentasi. Lalu langkah selanjutnya adalah.

Mengkaitkan gambar / hyperlink image
Gambar lebih bercerita dari seribu kata. Suatu idiom yang sudah sering kita dengar. Menurut saya hal itu benar adanya. Ada rahasia kecil dalam memaparkan sebuah citra atau gambar agar tampak spektakuler. Kuncinya adalah detail. Gambar harus bisa bercerita dan diakses untuk memaparkan detailnya. Maka sebenarnya membuat beberapa gambar yang saling terkait biasanya menjadi hal yang menarik. Kita bisa melihat film Enemy of the State yang dibintangi Will Smith. Disitu citra satelit ditampilkan secara spektakuler, bisa zoom in, dan moving mengikuti obyek. Atau acara Discovery Channel di tivi, tampilan gambar bisa secara runut membedah obyek yang dibahas.

Nah bila teknologi itu sangat jauh, sedikit kreativitas akan membantu menampilkan gambar yang kita miliki menjadi spektakuler. Tidak peduli apakah kita dari jurusan mesin, planologi, teknik kimia, desain, agronomi, kedokteran, ekonomi, dan bahkan dari jurusan tata boga. Langkahnya sederhana.

  1. Kita bisa mengkonsepkan sebuah penampilan gambar yang memiliki 2 tingkatan. Maksudnya, ada satu gambar utama dan ada beberapa gambar yang menjadi bagian gambar utama. Misalnya gambar irisan mata. Ada juga gambar komponennya seperti pupil, lensa mata, syaraf mata, dan sebagainya. Untuk hasil optimal, pastikan bahwa gambar yang ada semuanya tersedia dalam file gambar yang bagus (sedikit catatan untuk hal ini dikaitkan dengan pixel square pada monitor komputer kita. Misal resolusi layar berarti 1024 x 768 pixel atau lebih besar).
  2. Edit gambar kita yang berasal dari hasil scan dengan aplikasi image editing. Bukalah Photoshop, Gimp, atau image editor lainnya gunakan fasilitas Adjust > Hue Saturation dan Curve. Dengan murahnya kamera digital, maka foto produk yang akan dipresentasikan juga cukup difoto karena hasilnya sangat memadai dan memiliki resolusi tinggi. Yang penting gambar itu memiliki ketajaman bagus (jangan goyang apalagi buram/blur).
  3. Saatnya meninggalkan komputer sejenak. Kembali lagi ke masa anak-anak. Bukankah kita suka sekali mencoret-coret buku gambar atau notes? Sampai kadang dimarahi karena catatan belanja ibu dan tembok rumah juga menjadi korban. Nah, buatlah sebuah sketsa untuk menjabarkan sebuah metode link gambar yang cakep dan runut. Istilah kerennya buat orang film adalah storyboard. Ngga harus bagus karena tidak akan dipamerkan. Cukup dipahami oleh anda sendiri guna menuntun proses kerja agar lebih detail dan menghindari lupa. Kan bisa berabe saat hot-hotnya presentasi tiba-tiba ada yang gambar lupa di link. Wah, audiens bisa bad mood dan nilai sidang bisa kalang kabud.
  4. Langkah selanjutnya, carilah fasilitas hyperlink atau link dalam aplikasi yang kita gunakan. Ada simbol kecil berupa rantai yang dapat menjadi petunjuk (carilah di help aplikasi untuk menuntun perluasan fungsi hyperlink ini).
  5. Konsep hyperlink adalah tampilan yang melompat. Maksudnya bahwa bila gambar di klik maka ada gambar lain yang ditampilkan menggantikan gambar utama. Maka, perlu juga dipersiapkan sebuah areal yang akan digunakan untuk klik. Istilahnya adalah Shape, atau Marquee, atau Rectangle, atau button. Di aplikasi Office, shape dapat dihilangkan outline dan fill color-nya sehingga tampak transparan. Bila menggunakan Director gunakan tools Rectangle. Dan untuk pengguna Flash, gunakan fungsi Hit pada Symbol>button. Mengapa harus transparan? Tentu saja agar gambar utama tetap tampak utuh. Tetapi bila diklik di area tertentu, maka gambar detailnya yang akan tampil.

Penutupnya <<<

Nah, akhirnya tampilan presentasi tugas akhir tentang kampanye anti penebangan hutan liar tersebut berupa bagan yang saling terkait. Gambar-gambarnya bisa diklik untuk memaparkan detailnya. Dan juga memiliki alur yang pararel. Sebagai catatan, presentasi ini dibangun dengan aplikasi gratisan Open Office, kemudian file itu disimpan dalam bentuk PowerPoint. Syukurlah. Wayangan semalam suntuk untuk membangun presentasi itu menghasilkan nilai A.

Perlu disampaikan juga bahwa bentuk diagram sudah cukup memadai untuk rekan mahasiswa dalam membuat presentasi. Tetapi bagi rekan-rekan yang akan membangun presentasi guna mendukung Tesis atau Desertasi, sebaiknya menggunakan diagram baku seperti fishbone analysis agar lebih memiliki dasar sahih dalam melakukan studi dan pemaparan topik.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: