Green Revolution

Catatan : Ini tidak bercerita masalah politik, religi, atau serangan alien dari Mars. Tetapi tulisan ini membahas masalah ‘hijau’ yang berarti alam / natural. Evolusi berbeda dengan revolusi, evolusi adalah sebuah proses. Sebuah proses dijalankan melalui berbagai parameter dan tata nilai, sehingga sebuah evolusi jarang memberi dampak yang mengagetkan (shocking impact). Tetapi mengapa judulnya Revolusi? karena hal ini sudah dianggap cukup urgent. Dan mengapa hijau? jawabannya dapat dilihat pada 2 ilustrasi di bawah tulisan ini.

Staright Edge Movement,
Musik keras adalah suatu hal yang menarik. Selain menarik minat orang untuk menikmatinya, juga dapat memberi pengaruh terhadap pola hidup. Sehingga musik keras diasosiasikan dengan alkohol, kekerasan, urakan, dan free-life. Padahal, ada beberapa gelintir orang yang datang ke sebuah bar hanya untuk mendengarkan musik keras karena tuntutan selera. Mereka adalah orang – orang yang masuk ke bar dan duduk sambil menikmati band – band musik keras manggung. Tidak memesan alkohol, bir, dan bahkan tidak merokok. Biasanya pelayan bar memberi tanda pada orang – orang ini dengan tanda silang putih di punggung tangan. Dari keadaan ini, akhirnya muncul gerakan Straight Edge. Mereka mendudukan musik keras dalam porsi sebagai seni yang harus dinikmati, bukan genderang perang yang mempengaruhi perilaku orang untuk membuat kerusakan.
Kemudian pada pertengahan abad 20, terjadi juga gerakan besar – besaran yang mengangkat tema futuristik dengan nama Modernisme. Saat itu, alat – alat dibuat dengan orientasi teknologi tinggi (walaupun kadang naif). Penambahan ornamen atau unsur seni yang tidak memiliki nilai guna dilarang. Sehingga seniman – seniman sepi order. Orang hidup dengan hasil – hasil industri yang memiliki bentuk monoton dan lama – lama membuat bosan masyarakat. Kebosanan yang dirasakan, menumpuk menjadi gerakan baru yang disebut sebagai Post-Modernisme (gerakan pasca modern).
Gerakan ini merupakan bentuk sinergi yang dilakukan dengan menggabungkan unsur keindahan, kenyamanan, dan teknologi. Ilmu ergonomi, seni desain, serta teknik akhirnya berpacu bersama – sama membentuk koalisi global dengan ekonomi, dan manajemen menjadi globalisasi industri.
“Industrialisasi dan Globalisasi berarti peningkatan”. Setidaknya hal tersebut sengaja ditekankan dalam benak setiap orang, sehingga banyak manuver dilakukan untuk meningkatkan sektor industri, ekonomi, dan globalisasi. Pandangan ini terus berkembang, dan diyakini sebagai hal terbaik. Sampai pada dua dasawarsa silam, segalanya masih baik – baik saja.
Tetapi kemudian masyarakat dunia mulai menyadari ada yang tidak beres. Gemerlap industrialisasi yang didukung oleh aliansi global, ekonomi, dan politik, ternyata meninggalkan beberapa permasalahan serius. Permasalahan yang paling parah terjadi adalah pencemaran, dan kerusakan alam.

Apa masalahnya?
Ozon bolong, pembuangan limbah berbahaya, pembabatan hutan, efek pemanasan global, dan sejumlah hal ruwet lainnya, menjadi sebuah monster yang menghantui. Akhirnya, tuntutan tinggi atas pengurangan emisi, efek rumah kaca, serta kampanye untuk menghijaukan kembali wilayah – wilayah urban menjadi tuntutan yang “sebenarnya” tidak dapat ditawar-tawar lagi. Betewe saat ini semuanyanya diabaikan begitu saja (dengan alasan tuntutan hidup). Lalu bagaimana kita bisa membangun sebuah dunia yang nyaman ditinggali dan dengan nyamannya kita menikmati terik mentari?
Coba tengok foto di bawah ini…

kampanye penghijauan
foto tersebut dibuat di wilayah citatah padalarang yang memiliki wilayah berbukit-bukit (kira-kira 7 kilometer masuk dari jalur Bandung Jakarta via Puncak). Dahulu wilayah ini adalah wilayah hijau dengan rimbunan hutan dan merupakan daerah sejuk dengan banyak kabut. Saat ini kondisinya, menjadi ladang-ladang sementara yang kemungkinan hanya memiliki hasil optimal selama 3-5 tahun setelah itu dapat berubah menjadi tanah tandus. Belum lagi kemungkinan terjadinya tanah longsor bila terjadi hujan deras. Apalagi bila dilihat sampai dengan puncak perbukitan sudah berubah menjadi ladang juga.

kampanye reboisasi
Nah foto udara di atas ini dapat mengilustrasikan konversi perlahan dari wilayah hutan yang digunduli, kemudian diubah menjadi sawah, selanjutnya ladang, dan akhirnya menjadi tanah tandus yang tidak produktif. Foto udara ini diambil di waduk Cirata Jawa Barat.

jadi, akhirnya kembali kepada kita semua apakah revolusi hijau ini layak dijalankan atau tidak. Mungkin saat ini efek dari hal ini hanyalah udara bandung yang menjadi lebih panas, atau saat musim kemarau cepat sekali debit air mengalami penyusutan, dan mungkin karena listrik yang kadangkala padam mengingat turunnya debit air di beberapa waduk yang digunakan sebagai titik PLTA. Mari isu-kan bersama kampanye ini..!

One response

12 05 2008
jey

saya sangat menyadari, bahwa ditengah gencarnya modernisasi dan pengembangan teknologi besar-besaran, memang banyak menimbulkan dampak positif… akan tetapi, tidak sedikit dan atau banyak yang menimbulkan dampak negatif pada lingkungan, alam, dan manusia itu sendiri.
saya juga menyadari,sangat gampang dan mudah kalau kita “berteori”, tetapi pada prakteknya akan sangat sulit dilakukan…!!!!?
dapat dikatakan, sebuah penemuan akan banyak sekali manfaatnya jika diikuti dengan sistem, pengawasan, kontrol, dan kesadaran dari TIAP INDIVIDU, bukan hanya bisa MENG-KAMBING HITAM-KAN PEMERINTAH.
Jadi, mulailah dari sekarang kita menyadari dan bergerak, melakukan apa yang kita bisa untuk menyelamatkan BUMI KITA untuk sekarang dan masa yang akan datang, dengan langkah yang riil, dimulai dari lingkungan sekitar kita…
( Sanjaya Dana Akbar, Fakultas Hukum Universitas Bengkulu )
( email : bozzpunk_85@yahoo.co.id )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: