Wirausaha

Wirausaha dimulai dari
manajemen resiko


“resiko terbesar manusia adalah kehilangan nama bukan nyawa. jutaan yang dilahirkan jutaan yang dilupakan. hanya sedikit yang terus diingat.” – bisa jadi ini idealisme di masa muda. “orang tidak akan dapat menjatuhkanmu tanpa ijin darimu” – quotation : FD. roosevelt .

melompat tanpa jaring pengaman
,
seringkali kita mendengar bahwa salah satu titik tumpu yang dapat menjadi soko guru wirausaha/enterpreneurship adalah pengelolaan resiko. tetapi setelah ditanyakan pada beberapa teman, sayangnya rata-rata tidak dapat memuaskan (kayak ngapain aja kik kik) sesuai dengan definisi yang mudah dipahami. ternyata perlu dibuat sebuah garis definisi atas apapun yang akan disebut sebagai resiko itu. hal ini sebaiknya dijabarkan sebelum melakukan manajemen atau pengelolaan atas resiko itu sendiri.

mungkin ilustrasi sederhananya adalah melompat tanpa jaring pengaman. jadi apapun yang dilompati merupakan definisi personal setiap individu. resiko juga dijabarkan secara berbeda oleh masing-masing personal. hal tersebut akan disesuaikan dengan karakter, tujuan, serta upaya yang dimiliki oleh setiap individu.
sebaiknya kita tidak begitu saja dapat mempercayai pameo “victory favor the bold”. seolah-olah siapapun yang berani mengambil resiko akan otomatis sukses. karena, dalam kehidupan nyata banyak juga para pengambil resiko dalam salah satu atau salah banyak aspek kehidupan… gagal! hixs! jangan pesimis lho. hanya saja mereka yang gagal tidaklah dicatat dan diabadikan. kecuali kegagalan orang2 yang telah memiliki nama besar terlebih dahulu.

wirausaha = resiko
mengenal lawan abadi,
“jika hanya mengenal diri sendiri, kita bisa menang atau kalah. jika mengenal lawan, kita bisa menang. jika mengenal diri-sendiri, lawan, dan kondisi medan, maka kita akan memenangkan seratus pertempuran” sun-tzu. so? maukah mengenal resiko? yang sering kita anggap sebagai lawan abadi? dengan mengerti resiko, orang akan hati-hati. dan dengan mengenal resiko, orang akan tahu konsekuensi.

dukungan bisnis yang hebat hanya diperuntukan bagi sistem usaha hebat,
“bisnis ada aturannya. saat mengikuti aturan itulah orang akan sukses. se-jago2nya kamu dalam ilmu bisnis atau memiliki peluang segudang rie, its nonsens! artinya kemungkinan kamu akan gagal sangat besar bila kamu tidak mengikuti aturan bisnis.” begitu kata salah satu mentor.

beliau menyatakan bahwa bila masuk ke lingkungan bisnis serta diberi perintah untuk mengerjakan sesuatu itu umum. tetapi memiliki inisiatif dan berani mengambil resiko dalam bekerja, itu lain perkara. bila dapat demikian, maka dalam 10 tahun kamu bisa punya…tiiiiiit… (sensor). (^_^) hal ini masih terngiang sampai saat ini [ini adalah the essence of enterpreneurship/ intisari wirausaha].
detail penjabaran atas hal-hal seperti ini dalam bisnis yang telah dijalankan terdapat dalam studi kasus. tetapi apa hubungannya dengan sub-judul di atas? hal ini oleh salah satu mentor disebut menghargai orang lain secara maksimal dan menghargai diri sendiri secara optimal.
bila kita memiliki uang 3500 dan masuk mcdee, maka kita akan dapat eskrim. tetapi bila kita memesan burger, maka tidak akan dilayani. termasuk seandainya bila menawar. walaupun status kita memiliki uang, tetapi nominal itu dalam takaran tertentu tidak sesuai dengan banderol yang dipasang. jadi seandainya kita ngotot dan berdebat atas bahan baku dan segudang alasan bahwa burger itu sebenarnya dapat dibeli dengan harga 3500, justru orang sekeliling yang akan memandang kita dengan aneh. termasuk satpam yang akan datang dan dengan baik2 meminta kita menyingkir karena menutup antrean. jadi bila kita memiliki dukungan bisnis yang hebat, ide yang brilian, serta memiliki kemampuan me-manage resiko dengan matang dan perhitungan, tidaklah saatnya berdebat dengan orang yang ingin membeli layanan dengan harga di bawah standar kita. termasuk menawar semurah-murahnya dengan dalih memiliki uang (apalagi bila dalihnya tidak memiliki uang, doh lebih berabe). jadi seorang profesional harus bekerja sesuai bayaran. dan klien harus mendapat layanan sesuai dengan yang dibayarkan. ini adalah faktor kemauan, bukan faktor keinginan.

harga – harga – harga…
seringkali dalam bisnis, kreativitas serta pengujian karakter sangat kental. apakah kita (sebagai praktisi) akan otomatis dipakai oleh para pelaku bisnis yang profesional bila menggunakan metode di atas?
jangan terlalu berekspektasi tinggi. karena kemungkinan besar akan gagal.
saat teman2 mahasiswa di sebuah seminar menanyakan bagaimana menghargai karya desain, salah satu praktisi mengatakan jual semahalnya, tanpa memberi rincian tentang resiko yang akan dihadapi oleh mahasiswa atau lulusan saat menerapkan metode ini.
lalu bagaimana membuat harga yang wajar? itu mungkin adalah intisari dari pengelolaan resiko. layanan adalah salah satu bentuk pengambilan resiko yang paling besar, tetapi bila berhasil maka akan memberikan profit yang juga luar biasa. menentukan harga adalah salah satu bentuk patokan layanan.
siapapun yang bertanya kepada saya mengenai bagaimana menentukan harga, maka keputusannya sederhana. dia bukan profesional dan jangan mengharapkan hasil pekerjaan yang profesional darinya. ini menjadi kunci pengelola bisnis workshop yang tengah dikembangkan.

jadi saat seseorang ingin mengambil resiko ia harus memberikan keyakinan kepada tim dan koleganya. untuk memberikan keyakinan dibutuhkan kepercayaan, dan kepercayaan membutuhkan kebaikan serta wawasan. > arion

5 responses

21 09 2008
Wirausaha « Bisnis, Wirausaha & Edukasi - 4arion’s Blug! Oumeem - Blog Pengusahakaya.com

[…] & Link : https://4arion.wordpress.com/wirausaha/Go to Web Site » More Info Wirausaha « Bisnis, Wirausaha & Edukasi – 4arion’s Blug! : Have You Read This? […]

23 02 2009
harfendino

saya tunggu edisi berikutnya pak… terima kasih….

6 01 2010
adiguna

apa yang dijabarkan diatas sangat jelas dan penuh dengan pengalaman, saya rasa semua hal diatas bisa dijadikan masukan ide untuk siapa saja yang ingin melangkah dalam hal wirausaha.. informatif dan sangat membantu.

terima kasih pak..

30 04 2010
richo

saya mau tanya, saya kan punya karya-karya desain antara lain busana dan draft lainnya. saya mau tanya cara memasarkannya lewat situs online atau langsung ada orang yang membelinya tu melalui situs apa? kalau tidak keberatan mohon dijawab dengan luas hati di EMAIL saya terima kasih..

22 05 2010
eko budi santoso

siap pak….> seandainya semua orang indonesia berani mengambil resiko. dan melupakan sikap tradisional kuno. maka kita akan menjadi negara yang mandiri dan tidak tergantung oleh orang lain.

trims pak…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: